profil Adi Gunawan Institute

Adi Gunawan Institute didirikan pada bulan Juni tahun 2018 di Malang, Jawa Timur oleh Adi Gunawan (Penyandang disabilitas netra) dan Joana Sarlotha (penyandang disabilitas fisik)

Close-up-Adi

Adi Gunawan, S.Pd

FOUNDER

Joana

Joana Sarlotha

FOUNDER

Latar belakang didirikannya AGI adalah adanya kondisi para penyandang disabilitas netra/tunanetra di daerah Malang dan sekitarnya yang masih belum dapat mengakses teknologi bantu berupa Screen Reader/program pembaca layar, yang dapat dipasang pada ponsel maupun komputer. Screen Reader tersebut akan dapat mengeluarkan suara saat ponsel maupun komputer dioperasikan oleh tunanetra dengan cara mendengarkan setiap instruksi atau suara yang keluar. Ponsel dan komputer yang telah dilengkapi Screen reader atau program pembaca layar tersebut umumnya disebut ponsel bicara dan komputer bicara.

Adi Gunawan Institute memberikan kegiatan perdana pada tahun 2018 dengan membagikan puluhan ponsel Android dari para donatur kepada para tunanetra yang membutuhkan, baik di daerah Malang raya, Blitar, hingga Tuban. Selain membagikan ponsel Android, team AGI juga memberikan pelatihan mengoperasikan ponsel pintar tersebut yang telah dilengkapi dengan aplikasi pembaca layar, sehingga para tunanetra yang menerimanya dapat mengoperasikan secara mandiri seperti menelpon dan mengirim pesan teks, mencari informasi di internet, hingga aktifitas lain seperti membaca nilai mata uang sendiri dan membaca tulisan cetak pada buku atau kertas.

Pada tahun 2018 juga diadakan sosialisasi tentang teknologi ponsel bicara melalui berbagai pelatihan, yang diikuti peserta tunanetra dan low vision dari wilayah Jawa timur seperti Malang Raya, Surabaya, Blitar, Kediri, Tulungagung, hingga Magetan. Para tunanetra dan low vision yang mengikuti pelatihan tersebut sangat antusias dalam mempelajari ponsel bicara, dikarenakan manfaat yang begitu luar biasa yang dapat mereka rasakan dan tentunya dapat menunjang aktifitas mereka sehari-hari dengan lebih mandiri dan produktif.

Pada tahun 2019, Adi Gunawan Institute bekerjasama dengan para donatur membuka pelatihan dan sosialisasi komputer bicara kepada para tunanetra dan low vision di kota Malang. Pelatihan komputer bicara ini sangat diminati khususnya bagi para tunanetra dan low vision yang tengah bersekolah dan mahasiswa baru. Mereka dapat menggunakan komputer bicara untuk membuat dokumen dan berbagai catatan penting, mengolah data secara digital, hingga berselancar di internet secara mandiri. Dengan demikian, komputer bicara dapat membantu mempermudah para tunanetra dan low vision saat mengikuti pelajaran di kelas maupun bangku perkuliahan.

Pada tahun 2019, program AGI juga terus berlanjut dengan memberikan pelatihan dan kelas kursus ponsel bicara dan komputer bicara. Program ini diadakan dengan adanya permintaan dari para tunanetra yang ingin belajar mengunakan ponsel bicara dan komputer bicara secara intensif dan sistematis. Klien tunanetra dan low vision yang mendaftar pada program kursus ini mulai dari usia anak-anak hingga dewasa. Mereka berharap dengan memiliki keterampilan menggunakan ponsel bicara dan komputer bicara akan dapat mempermudah seluruh  aktifitasmereka sehari-hari dan dapat hidup lebih mandiri dan produktif.

Dengan bertambahnya waktu, jumlah klien tunanetra dan low vision yang ditangani oleh AGI tidak hanya datang dari wilayah Malang Raya dan sekitarnya, namun juga datang dari daerah luar Jawa Timur seperti Semarang, Jakarta, Bandung, bahkan dari luar pulau Jawa seperti Makassar, Medan, Maluku Tenggara, hingga Manukwari Papua Barat. Pendampingan yang diberikan untuk klien dari luar wilayah Malang tersebut diberikan dalam bentuk pembelajaran jarak jauh atau secara Daring menggunakan sambungan telpon maupun media internet.

Pada tahun 2020, AGI mulai mendapatkan permintaan untuk menangani persoalan yang lebih beragam yang tengah dialami oleh para tunanetra dan low vision seperti, pendampingan proses tumbuh kembang anak tunanetra, proses adaptasi bagi tunanetra baru, pembelajaran baca dan tulis Braille, pendampingan untuk keluarga yang memiliki anak dengan hambatan penglihatan, hingga hal-hal yang berkaitan dengan kewirausahaan bagi para tunanetra dan low vision yang telah berusia dewasa.

Hingga tahun 2022, klien yang telah ditangani di Adi Gunawan Institute kurang lebih sekitar 400 orang yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Pendampingan dan pembelajaran kepada para tunanetra dan low vision akan terus dikembangan untuk dapat membantu mereka dalam proses belajar dan juga berkarya secara mandiri di tengah-tengah masyarakat.

Kerjasama dengan berbagai pihak yang peduli dengan para penyandang disabilitas terus dilakukan Adi Gunawan Institute, untuk dapat memberikan kesempatan belajar dan berkarya seluas-luasnya bagi orang yang mengalami hambatan indera penglihatan yaitu tunanetra dan low vision.

Informasi lebih lanjut tentang program layanan bagi para tunanetra dan low vision serta peluang kerja sama dengan Adi Gunawan Institute silahkan kunjungi LINK BERIKUT!

Copyright © 2018, Adi Gunawan Institute | Powered by PT Valid Data Solusi