ACARA BINCANG AGI, MEMBAHAS MANFAAT TEKNOLOGI YANG AKSESIBEL BAGI TUNANETRA

ACARA BINCANG AGI, MEMBAHAS MANFAAT TEKNOLOGI YANG AKSESIBEL BAGI TUNANETRA

Pada hari Senin 7 Juni 2021, telah diselenggarakan acara Bincang-Bincang Adi Gunawan Institute yang diikuti oleh para tunanetra klien Adi Gunawan Institute secara daring melalui aplikasi Zoom. Pada acara tersebut dibahas secara khusus mengenai manfaat teknologi yang aksesibel bagi tunanetra, seperti komputer bicara dan ponsel bicara.

Pada acara bincang-bincang tersebut diikuti oleh Suranto yang berprofesi sebagai seorang terapis, Melisa yang adalah seorang siswi SMA, Teresia yang adalah seorang X karyawati perusahan swasta, dan juga Adi Gunawan selaku direktur Adi Gunawan Institute.

Para peserta saling menceritakan pengalaman dan manfaat yang mereka peroleh setelah mempergunakan teknologi akses tersebut di dalam kehidupan sehari-hari. Teknologi yang aksesibel adalah serangkaian sistem atau program yang dapat memberikan kemudahan kepada tunanetra atau orang dengan hambatan pengelihatan dalam menggunakan gadget seperti komputer dan smartphone.

Salah satu teknologi akses tersebut adalah screen reader yang akan menginterpretasikan teks serta simbul yang tertera pada layar komputer dan smartphone ke dalam bentuk suara, sehingga orang yang mengalami hambatan pengelihatan dapat mendengarkan serta mengoperasikan komputer dan smartphone melalui gestur khusus.

Suranto mengatakan bahwa dirinya lebih banyak menggunakan ponsel bicara untuk berkomunikasi menggunakan aplikasi chat, mengikuti pertemuan daring menggunakan aplikasi Zoom, dan juga menggunakan transportasi online untuk dapat bepergian sendiri ke luar. Suranto juga menambahkan bahwa dengan menggunakan aplikasi penunjang, ia dapat membaca nilai mata uang yang diberikan oleh para pelanggan jasa pijatnya sendiri.

Melisa mengatakan bahwa dirinya menggunakan komputer bicara untuk membuat dokumen serta mengerjakan tugas-tugas sekolah. Sedangkan ponsel bicara ia gunakan untuk mencari berbagai informasi yang bermanfaat melalui internet.

Theresia mengatakan bahwa teknologi akses dapat membantu penyandang low vision untuk memiliki kehidupan yang lebih baik lagi. Mereka tidak perlu memaksakan mata untuk melihat tulisan, cukup mendengarkan saja suara yang dikeluarkan oleh Screen Reader. Theresia menambahkan bahwa teknologi akses sudah dapat membantu untuk menunjukan jalan, membaca tulisan, serta untuk mencari benda-benda di sekitar dan barang yang hilang.

Adi Gunawan menekankan pentingnya bagi seorang tunanetra total maupun low vision dalam menggunakan teknologi akses sebagai penunjang. Ia mencontohkan dirinya yang menggunakan komputer bicara dan ponsel bicara sebagai sarana bekerja seperti membuat dokumen penting, membuat pencatatan dan perhitungan keuangan, hingga
mengumpulkan data dan reverensi melalui internet.

Pada akhir sesi Adi Gunawan mendemonstrasikan bagaimana cara tunanetra membaca dan mengetik pada komputer bicara. Adi juga mencobakan kepada para peserta sebuah program untuk membacakan subtitle video yang tengah berjalan, serta program untuk membacakan teks yang tertera pada sebuah foto. Dengan menggunakan program tersebut, kini para tunanetra dan low vision tidak perlu bingung lagi saat menonton video yang memiliki subtitle di dalamnya, termasuk juga video dalam bahasa asing yang kurang dimengerti bahasanya. Jika mereka mendapatkan sebuah foto yang berisi teks akan dapat dibaca juga melalui komputer bicara milik mereka.

Para peserta acara bincang-bincang AGI sependapat bahwa dengan adanya teknologi yang aksesibel sangat bermanfaat serta memudahkan mereka dalam beraktifitas sehari-hari dengan baik, walaupun mereka memiliki keterbatasan pengelihatan. Mereka berharap agar semakin banyak para tunanetra atau orang yang mengalami hambatan pengelihatan akan dapat terbantu dengan adanya teknologi akses seperti screen reader.

Saksikan tayangan lengkap acara bincang AGI yang membahas manfaat teknologi yang
aksesibel bagi tunanetra di:

Artikel diproduksi oleh team redaksi Adi Gunawan Institute

Leave a Reply

Copyright © 2018, Adi Gunawan Institute | Powered by PT Valid Data Solusi